UN Menyeramkan, Alasan Doa Bersama

Ujian nasional (UN) ternyata menjadi "momok" yang menyeramkan. Tak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru yang mendidik dan para orangtua siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 68 Jakarta Murisna Helni mengatakan, faktor "menyeramkan" itulah yang menyebabkan pihaknya menggelar doa bersama menjelang UN dalam dua tahun terakhir ini.

"Mulai tahun lalu, kami rutin menggelar doa bersama. Karena UN pada tahun-tahun sebelumnya sangat ekstrem, seperti pencabut nyawa," kata Helni, Selasa (12/4/2011) di Jakarta.

Helni melanjutkan, fenomena menyeramkan ini pula yang membuat pihak sekolah merasa perlu mempersiapkan siswa secara psikologis, salah satunya dengan cara menggelar doa bersama. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah psikologis, memperkuat mental dan rasa percaya diri. Seperti dikatakan Helni, menggelar doa bersama lebih karena sekolah merasa perlu waspada dengan hal-hal yang tak dapat diduga dalam pelaksanaan UN.

"Ini sebagai bentuk kewaspadaan kami. Membekali siswa secara psikologis agar mentalnya kuat," ujarnya.

Pada pelaksanaannya, doa bersama dilakukan hampir di tiap sekolah, khususnya di Jakarta. Diselingi dengan berbagai kegiatan, sesi motivator, sesi renungan, bahkan sampai sesi puasa bersama.